VOKAL TOP7, Objektif dan Terpercaya, dari Pelosok Indonesia untuk Dunia

Akibat Jembatan Jalan Utama Di Gampong Ujong Lamie Ambruk Kini Mobil Dumtrok Tidak Bisa Lewat

Redaksi  


 

Nagan Raya,vokaltop7.com- Akibat Cuaca buruk serta sering banjir mengakibatkan Lantai Jembatan dijalan lintas utama desa ujung lamie Ambruk, untuk sementara tidak dapat dapat lagi untuk dilewati oleh trok angkutan hanya bisa dilewati oleh kendaraan roda dua,hal tersebut dilaporkan oleh Sulaiman Keuchik kepala desa  ujong lamie kecamatan darul makmur kabupaten nagan raya provinsi aceh , senin (25/12/2023)


“Hasil amatan awak media ke lokasi jembatan tersebut, sejumlah masyarakat setempat mengatakan, jembatan tersebut satu satunya akses jalan utama pengangkutan segala Aktifitas masyarakat Desa Ujong Lamie, sementara sudah tidak dapat lagi dilewati oleh trak angkutan hanya bisa dilewati kendaraan roda dua sebut Samsul Bahri salah satu masyarakat desa ujong lamie


Keuchik kepala desa ujong lamie Sulaiman, kepada awak media  membenarkan jembatan akses dijalan utama di desanya itu ambruk lantainya tepatnya di dusun 1, jembatan yang terbuat dari beton yang baru berusia tujuh tahun tersebut katanya, setiap harinya dilewati oleh trok angkutan hasil panen kebun sawit masyarakat, sebab itulah satu satunya akses di jalan utama untuk 469 Kepala Keluarga KK yang digunakan untuk warga masyarakat Penduduk ujong lamie khususnya, sekitar 400 Meter dari jalan nasional lintas barat- selatan (jalan simpang gunung kelambu)


“Prihal jembatan tersebut sambung Keuchik sulaiman sebelumnya tidak menunjukkan tanda tanda ambruk, kemungkinan akibat sering banjir dikawasan tersebut sehingga membuat penahan jembatan longsor sehingga mengakibatkan ambruk 


“atas musibah ambruknya lantai jembatan Sulaiman sebagai Keuchik mewakili masyarakat Ujong Lamie meminta kepada pemerintah kabupaten Nagan Raya untuk segera mungkin menindak lanjut serta memperbaiki jembatan tersebut bila tidak, akan membuat aktifitas apapun akan terhenti terutama pengangkutan yang menggunakan roda empat akan terhenti, terutama pengangkutan hasil panen sawit serta aktifitas lainya untuk masyarakat setempat, sebab untuk sementara ini hanya bisa dilewati kendaraan roda dua saja,"ucap Keuchik sulaiman.(*Red)